Sedang Memuat Data
Mohon tunggu sebentar…
Tentang Program

Mengapa Sekolah Model?

Percontohan Nyata

Menjadi contoh pelaksanaan PM dan KKA yang utuh, konsisten, dan berkualitas bagi satuan pendidikan lain.

Laboratorium Inovasi

Tempat mengembangkan, menguji, dan menyempurnakan praktik pembelajaran yang berdampak nyata bagi murid.

Pusat Belajar Bersama

Pendidik dan sekolah lain dapat mengamati, mempelajari, dan mengadopsi praktik terbaik secara langsung.

Penggerak Ekosistem

Memfasilitasi kolaborasi antarsatuan pendidikan, komunitas, dan pemangku kepentingan untuk peningkatan mutu berkelanjutan.

Tahapan

4 Tahap Penyelenggaraan

Setiap satuan pendidikan dapat memulai dari tahap mana pun sesuai kesiapannya, lalu berkembang secara bertahap.

Murid mulai dilibatkan dalam proses belajar. Pendidik memahami komponen dasar pembelajaran (perencanaan, pelaksanaan, penilaian). Kepala sekolah menyelaraskan visi sekolah dengan prinsip Pembelajaran Mendalam. Integrasi KKA dimulai dengan pengenalan algoritma dasar dan literasi digital melalui aktivitas visual sederhana.

Indikator

Kriteria Keberhasilan

Keberhasilan Sekolah Model dinilai dari tiga aspek utama

Keunggulan Belajar Murid

  • Budaya belajar (memuliakan, berkesadaran, bermakna, menggembirakan)
  • Otonomi dan refleksi belajar
  • Capaian dimensi profil lulusan

Keunggulan Mengajar Pendidik

  • Mengajar secara efektif dan kontekstual
  • Asesmen otentik dan berkeadilan
  • Pengembangan diri berkelanjutan

Keunggulan Kepemimpinan

  • Memimpin implementasi PM dan KKA
  • Pengelolaan sumber daya strategis
  • Kemitraan dan pemanfaatan teknologi digital
Syarat

Kriteria Sekolah Model

Satuan pendidikan perlu memenuhi persyaratan berikut untuk ditetapkan sebagai Sekolah Model

Akademik

  • Akreditasi minimal B
  • Rapor Pendidikan minimal kuning/sedang
  • Capaian literasi & numerasi minimal sedang

Implementasi

  • Pernah mengikuti pelatihan PM dan/atau KKA
  • Menerapkan mata pelajaran KKA sebagai mapel pilihan (untuk Sekolah Model KKA)
  • PAUD: sudah menerapkan berpikir komputasional

Kelembagaan

  • Dukungan dari yayasan (untuk swasta)
  • Dukungan Pemerintah Daerah
  • Komitmen kuat dari kepala satuan pendidikan
Kolaborasi

Peran Pemangku Kepentingan

Keberhasilan program ini membutuhkan sinergi semua pihak

Kemendikdasmen (Pusat)

  • Menetapkan standar, kurikulum, dan panduan implementasi PM & KKA
  • Menyelenggarakan bimbingan teknis (Bimtek) bagi pendidik, kepala sekolah, dan pengawas
  • Menyediakan sumber belajar, perangkat pembelajaran, dan platform digital
  • Memantau dan mengevaluasi implementasi secara nasional
Teori Perubahan

Alur Dampak Program

1

Intervensi

Bimtek, pendampingan, sarana, kemitraan, advokasi

2

Hasil Jangka Pendek

Kapasitas meningkat, jejaring meluas, budaya belajar tumbuh

3

Hasil Jangka Menengah

Sekolah Model menerapkan PM & KKA optimal, jadi pusat percontohan

4

Dampak Akhir

Murid mencapai 8 Dimensi Profil Lulusan dan memanfaatkan teknologi secara produktif

Glosarium Singkat

Pembelajaran Mendalam (PM)

Pendekatan pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, hati, rasa, dan raga secara holistik.

Koding & KA (KKA)

Praktik pemrograman komputasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial untuk meningkatkan berpikir logis, sistematis, dan analitis.

Profil Lulusan

8 dimensi karakter dan kompetensi yang menjadi target capaian murid dalam sistem pendidikan nasional Indonesia.

Layanan Kami

BKPDM menyediakan berbagai layanan strategis dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional.

Kurikulum

Kurikulum

Rapor Pendidikan

Rapor Pendidikan

Jurnal Pendidikan & Kebudayaan

Jurnal Pendidikan & Kebudayaan

Test Kemampuan Akademik

Test Kemampuan Akademik

Akreditasi

Akreditasi

SIBI

SIBI